Kamis, 22 Oktober 2020

Rencana pelarian paling mengerikan


Seorang wanita cantik dihukum seumur hidup di sebuah penjara akibat kasus pembunuhan.
marah dan dendam dengan situasi yang ia hadapi, ia memutuskan bahwa ia harus melarikan diri dari penjara tersebut.

Ia berteman baik dengan seorang penjaga penjara itu. Tugasnya adalah menguburkan napi yang meninggal di pemakaman yang terletak di luar dinding penjara. Setiap ada napi yang meninggal, ia akan membunyikan bel, yang akan terdengar oleh napi-napi yang lainnya.


Sang penjaga kemudian memindahkan jenazah napi tersebut ke sebuah peti. Kemudian, ia akan pergi ke kantornya untuk menandatangani surat sertifikat kematian sebelum akhirnya kembali untuk memaku tutup peti mati itu. Terakhir, ia akan meletakkan peti itu di dalam mobil jenazah untuk kemudian dibawa keluar untuk dimakamkan.

Setelah hapal dengan rutinitas penjaga itu, sang wanita menyusun rencana dan membaginya dengan sang penjaga tersebut. Jika lain kali bel berbunyi, maka wanita itu akan meninggalkan selnya, lalu menyelinap ke dalam ruangan dimana peti mati tersebut biasa disimpan.

Di sana ia akan menyelinap masuk ke dalam peti mati bersama jenaza pada saat sang penjaga keluar untuk menandatangani surat kematian. Ketika sang penjaga kembali, ia akan memaku peti mati itu dan membawanya keluar dari penjara dengan sang wanita masih ada di dalam peti mati itu. Ia kemudian akan menguburnya.

Wanita itu tahu bahwa akan ada cukup udara baginya untuk bernapas di dalam peti mati itu untuk semalam dimana sang penjaga akan kembali untuk membongkar kuburan dan mengeluarkan wanita itu dari dalam peti mati.

Semula sang penjaga merasa ragu untuk ikut dalam rencana tersebut, namun karena ia dan wanita itu sudah bersahabat cukup dekat, maka akhirnya ia menyanggupinya. Sang wanita menanti selama beberapa bulan hingga salah satu napi di dalam penjara tersebut mati.

Suatu malam, ketika ia tengah tertidur, ia mendengar suara bel berbunyi. Ia segera bangun, membuka kunci di pintu selnya, dan mengendap-endap masuk ke ruangan dimana peti mati itu disimpan. Jantungnya berdetak sangat kencang sebab ia beberapa kali hampir tertangkap, namun akhirnya ia berhasil melakukannya.

Di dalam kegelapan, ia akhirnya menemukan peti mati itu dan kemudian dengan hati-hati masuk ke dalamnya. Ia menunggu beberapa saat hingga mendengar suara langkah kaki sang penjaga datang untuk memaku peti mati itu.

Ia bisa mendengar suara palu dan sedikit goncangan di peti mati itu. Tentu saja sang wanita merasa tak nyaman berada di atas sebuah jenazah, namun ia tahu hanya ini satu-satunya cara ia bisa mendapatkan kebebasan. 

Ia merasakan peti mati diangkat dan iapun mendengar suara derum mobil. Ia kemudian merasakan peti matinya diangkat kembali dan kali diturunkan. Pasti ia sudah sampai di pemakaman. Kemudian ia mendengar suara tanah ditimbun di atas peti mati.
Dan kemudian sunyi.

Setelah beberapa menit, si wanita mulai merasa bosan. Didorong rasa penasarannya, ia menyalakan korek api yang ia bawa untuk melihat jenazah siapa sebenarnya yang dikuburkan bersamanya.

Ia sangat ketakutan begitu menyadari ia berada di atas jenazah sahabatnya, sang penjaga.

Source : noviefirman.blogspot.com

Senin, 05 Oktober 2020

SEJARAH TERSEMBUNYI DI BALIK FILM 300, SEBUAH INVASI PERSIA KE YUNANI

 SEJARAH TERSEMBUNYI DI BALIK FILM 300, SEBUAH INVASI PERSIA KE YUNANI



300(three hundred) sebuah film yang di sutradarai oleh zack snyder pada tahun 2006.

yang di angkat dari komik fantasi perang karangan Frank Miller dan Lynn Varley berdasarkan sejarah nyata peperangan sparta yang di pimpin oleh raja leonidas pada sekitar tahun 480sm melawan pasukan persia yang berjumlah lebih dari 300.000 tentara. Tapi apakah benar mereka hanya yang hanya berjumlah 300.?

Pertempuran Thermopylae adalah pertempuran antara persekutuan negara kota Yunani, dipimpin oleh Raja Leonidas dari Sparta, melawan Kekaisaran Persia pimpinan Xerxes I selama tiga hari, pada invasi kedua Persia ke Yunani di celah pesisir sempit Thermopylae.

Celah Thermopilai adalah celah antara Gunung Oita dan rawa-rawa sepanjang Teluk Mali, Yunani. Pada Celah Thermopilai inilah Leonidas bersama 300 prajurit Sparta dan sekutunya melawan tentara Persia (480 SM).

CARA MUDAH MENDAPATKAN PASSIVE INCOME KLIK DISINI

Xerxes mengumpulkan pasukan darat dan angkatan laut yang besar untuk menaklukan seluruh Yunani.
Jenderal Athena, Themistokles mengusulkan agar pasukan Yunani yang di pimpin oleh raja leonidas agar bertahan di celah Thermopylae, untuk menghalangi gerak maju pasukan Persia.

Akan tetapi pihak Yunani tidak tinggal diam dalam menghadapi ancaman serangan armada besar Xerxes. Tahun 481 SM, Athena dan tiga puluh kota lain bergabung dalam sebuah liga baru, yaitu Liga Helenik. Liga ini dibentuk sebagai liga pertahanan melawan kekuatan Persia. Pihak Sparta, yang bergabung dengan liga tersebut, mejadi yang paling berpengalaman dari angkatan perang gabungan anti-Persia.

Di musim gugur tahun yang sama, Xerxes bergerak dengan pasukannya ke Sardis, di mana mereka beristirahat di musim dingin, mengumpulkan kekuatan, dan mempersiapkan perjalanan selanjutnya. Kemudian, di musim semi tahun 480 SM, ia bersama pasukannya menyeberangi Helenspot dengan jembatan Photon (Jembatan dari perahu). Mereka kemudian menyusuri pesisir untuk menuju jantung Yunani.

Setelah tiga hari mengirimkan ratusan ribu prajurit melawan sekumpulan kecil pasukan Yunani, Xerxes mundur untuk berpikir ulang.
Ketika Xerxes dan pasukannya sedang memikirkan strategi untuk menembus garis pertahanan pasukan Yunani di Thermopylae, muncul seorang pengkhianat dari kubu Yunani bernama Ephialtes. Ephialtes menunjukkan kepada pasukan Persia, jalur tersembunyi yang mengarah ke belakang garis pertahanan pasukan Leonidas.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, Xerxes mengirimkan seorang komandannya untuk mendaki gunung itu bersama bersama dengan 10.000 orang yang sangat terlatih, petarung elit yang disebut oleh Herodotus sebagai para “Imortal”. Ketika pasukan itu mulai turun dari pegunungan, mereka mulai melingkari pasukan Yunani dari belakang.

Leonidas yang melihat bahwa angkatan perangnya hampir terkepung, menyadari bahwa mereka sudah kalah perang. Dia memerintahkan semua orang, kecuali hanya tiga ratus pasukan Sparta, untuk mundur kembali ke Selatan. Tiga ratus orang Sparta ini, bersama dengan beberapa pasukan dari Thebes, dan Thespia yang menolak pergi, mereka bertempur melawan Xerxes dengan tujuan membendung pasukan Persia untuk sementara.

Pasukan Sparta bertempur sampai tidak ada yang tersisa, sebelumnya mereka sudah mengetahui bahwa mereka akan bertempur sampai mati. Mereka bertarung menggunakan tombak. Sewaktu tombak mereka hancur, mereka bertarung dengan pedang. Begitu pedang patah, mereka bertarung dengan gigi, dan tangan sampai tumbang.

Sejarawan Herodotus memperkirakan bahwa pasukan kecil ii merengut korban jiwa 20.000 pasukan Persia, selain pasukan biasa, para Imortal juga banyak yang tewas, ditambah meninggalnya dua adik Xerxes.

Pertempuran terakhir Leonidas bersama pasukanya mengilhami bangsa Yunani untuk angkat senjata demi kebebasan mereka. Kemenangan-kemenangan mereka atas orang-orang Persia di laut (Salamis), dan di darat  (Platea) memastikan bahwa Xerxes adalah penguasa Persia pertama, sekaligus terakhir, yang pernah  menginjakkan kaki di tanah Yunani.

Keberanian, dan pengorbanan pasukan Sparta kemudian dikenang dalam epitaf yang diguratkan di atas batu penanda pertempuran terakhir mereka di Thermopylae.

Akexander Bogdanov Melawan Untuk Tua Namun Akhirnya Mati Melawan Takdir

 Akexander Bogdanov Melawan Untuk Tua Namun Akhirnya Mati Melawan Takdir


Pernahkah kita berfikir untuk melawan takdir? Manusia di ciptakan dari air yang hina yaitu sperma, bahkan saking hinanya dijual belikan pun tak laku lebih banyak dibuang oleh remaja yang sudah mengenal dunia kenikmatan dengan membuangnya di kamar kecil.

Lalu tumbuhlah janin ketika sel sperma bertemu dengan sel telur yang dimiliki wanita, hingga lahirlah manusia yang masih tak berdaya dengan tubuh mungil dan menggemaskan. Bertambahnya tahun umur manusia semakin tinggi maka manusia mengalami fase penuaan.

Akexander Bogdanov Melawan Untuk Tua Namun Akhirnya Mati Melawan Takdir

Menjadi tua adalah takdir yang di peroleh manusia, tak perduli manusia itu mau percaya adanya Tuhan atau tidak yang jelas tua itu pasti terlebih lagi kematian lebih pasti lagi. Sebab jelas semua yang bernyawa pasti akan mengalami yang namanya kematian.

CARA MUDAH MENDAPATKAN PASSIVE INCOME KLIK DISINI

Hingga di suatu senja ketika Uni Soviet masih ada, ketika Vladimir Lenin dengan gagah perkasa terkenal sebagai pemimpin komunis nomor satu. Alexander Bogdanov hadir sebagai seorang ilmuwan komunis, sebenarnya ia juga tokoh revolusioner, ahli di banyak bidang.

Akexander Bogdanov Melawan Untuk Tua Namun Akhirnya Mati Melawan Takdir

Hingga ia ingin menjadi tetap muda, menolak untuk menderita dan menjadi tua. Maka ia menerapkan ilmu transfusi darah pada tubuhnya tujuannya agar tetap awet muda, dengan menambahkan darah muda yang segar ke dalam tubuhnya.

Transfusi darah saat ini memang di pakai untuk orang-orang yang banyak kehilangan darah, bahkan bila tidak dilakukan transfusi darah resikonya adalah nyawa. Namun tentu saja transfusi darah memiliki resiko tersendiri bila tidak di teliti dengan baik, untuk itu PMI menjadi pusat persediaan kantong darah yang sangat berharga di Indonesia.

Akexander Bogdanov Melawan Untuk Tua Namun Akhirnya Mati Melawan Takdir

Kembali kepada Bogdanov, ia membuat eksperiment dengan peremajaan kembali (rejuvenation) melalui sistem transfusi darah. Apakah berhasil?

CARA MUDAH MENDAPATKAN PASSIVE INCOME KLIK DISINI

Disaat itu Bogdanov belum memiliki hasil test gemilang karena ia keburu meninggal, karena darah yang ia transfusikan ternyata tidak steril karena terjangkit Malaria dan TBC maka Bogdanov tidak bisa bertambah tua lagi karena ia sudah menutup mata selamanya sebelum beranjak tua. Ia telah mati melawan takdir.

Akexander Bogdanov Melawan Untuk Tua Namun Akhirnya Mati Melawan Takdir

Dengan adanya penemuan transfusi darah ini ternyata masih di pakai hingga kini, namun eksperiment Bogdanov untuk menolak tua di teruskan oleh dokter dari Stanford, Jesse Karmazin. Ia menyuntikkan 2,5 liter plasma darah remaja kepada orang lanjut usia.

Klaimnya para lansia meningkat daya ingatnya, fungsi jantung, serta penampilan. Namun secara uji klinis tidak ada klaim yang membuktikan Jesse Karmazin telah berakhir dengan sukses. Sepertinya kalau berhasil ini adalah operasi plastik dari dalam tubuh.

Transfusi darah memang sangat beresiko, tapi manusia yang ingin keabadian rela merogoh kocek terdalamnya untuk menolak menjadi tua. Dan para ilmuwan masih terus meneruskan langkah Bogdanov untuk mewujudkan idenya, setidaknya manusia akan terus mencoba melawan takdir walau sebenarnya itu hal yang pasti.

Akexander Bogdanov Melawan Untuk Tua Namun Akhirnya Mati Melawan Takdir

Kita tunggu saja terobosan ilmu pengetahuan selanjutnya, pemikiran out of the box memang terlihat konyol tapi dari sinilah manusia berkembang menjadi lebih modern. Apa agan ingin melawan takdir juga? Seperti wajah agan lelaki perkasa dirubah ingin menjadi Lucinta Luna yang imut dan lucu! Setidaknya perbuatan itu adalah salah satu contoh melawan takdir yang sudah sukses dilakukan oleh manusia. 

Vladimir Drakula: Bagaimana Soviet Mencoba Menciptakan Makhluk Abadi?

 Vladimir Drakula: Bagaimana Soviet Mencoba Menciptakan Makhluk Abadi?

Vladimir Drakula: Bagaimana Soviet Mencoba Menciptakan Makhluk Abadi?
Mengingat rumor, Rusia sering berharap semua teori tentang tentara super dan X-Men itu benar. Sayangnya, Uni Soviet hanya berusaha membuat politisi abadi (tidak sekeren tentara super — tetapi ini tetap keren, bukan?)
Tidak lama sebelum kematian Vladimir Lenin pada tahun 1924, sebuah masyarakat klandestin muncul di Rusia. Para anggotanya akan berkonspirasi untuk bertemu di rumah-rumah aman (safehouse) di mana mereka memanggil sukarelawan untuk transfusi darah. Menyeramkan, bukan? Anda mungkin dimaafkan jika berpikir ini sebuah sekte atau mungkin sekte keagamaan, tetapi pada kenyataannya, organisasi itu dijalankan oleh atasan Bolshevik yang sangat waras, Alexander Bogdanov (nama asli Malinovsky), sekutu dekat Lenin, salah satu pendiri partai dan ilmuwan terkenal di balik Institut Sosialis.
Vladimir Drakula: Bagaimana Soviet Mencoba Menciptakan Makhluk Abadi?
"Sang visioner hebat", begitu ia dipanggil oleh para pengikut, sedang berusaha membuka rahasia keabadian.
Dracula dari Bram Stoker sangat disukai pembaca di Kekaisaran Rusia, termasuk Nicholas II sendiri. Ketertarikan ini terbawa ke zaman Sosialis. Makna darah dan pengorbanan menikmati semangat mistis di negara yang baru saja kehilangan dua juta orang dalam perang yang belum pernah dilihat dunia dalam skala atau efisiensi kebrutalan.
“Mengapa mereka tidak bisa membangkitkannya kembali?”, tulis kalangan tentara tentang kematian Vladimir Lenin pada 1924. Gagasan bahwa sosok perawakan kolosal seperti itu bisa mati adalah tidak terduga.


Lenin tampaknya lelah oleh stres, keletihan dan kekurangan gizi — semuanya mengarah pada sekumpulan gejala yang menimpa hampir setiap penguasa generasi lama Bolshevik, yang baru berusia pertengahan tiga puluhan. Mereka bahkan tidak punya waktu untuk memulai 'membebaskan dunia dari tirani kapitalis' dengan benar. Sesuatu harus dilakukan.
Bukan rahasia lagi bahwa Rusia pada masa awal Bolshevik adalah negara yang sangat eksperimental. Tidak ada batu yang terlewat dalam pencarian untuk Rusia yang sempurna — termasuk reformasi seks yang terkenal.
Dengan daya pikat mistis darah, beberapa ilmuwan pada waktu itu juga berteori bahwa seluruh kepribadian, jiwa, dan sistem kekebalan tubuh seseorang terkandung dalam darah mereka.

Bogdanov adalah seorang ilmuwan. Tidak hanya itu — ia adalah seorang polimatik dan seorang pengamat bintang yang sangat tertarik pada Mars, yang ia bayangkan sebagai masyarakat utopis sosialis dari saudara lelaki sedarah. Ide-ide ini menjadi landasan dasar bagi novelnya, Bintang Merah, tentang seorang ilmuwan yang melakukan perjalanan ke Planet Merah, dan menemukan bahwa kaum Komunis di sana hampir mencapai keabadian, semuanya berkat budaya darah.
Lenin kecewa dengan kesibukan Bogdanov dengan fantasi dan fiksi ilmiah, yang menyebabkan keretakan di antara keduanya, Lenin percaya bahwa Bogdanov membuat orang mengejar mimpi-mimpi bodoh alih-alih fokus pada penempaan Revolusi. Akan tetapi Bogdanov terlalu berguna pada saat itu, menjadi tokoh kedua dalam partai — ia mengarahkan kaum Bolshevik selama pengasingan Lenin.


CARA MUDAH MENDAPATKAN PASSIVE INCOME KLIK DISINI


Berpisah dengan Lenin
Vladimir Drakula: Bagaimana Soviet Mencoba Menciptakan Makhluk Abadi?
Meski begitu, persahabatan mereka tidak mungkin selamat dengan perbedaan mereka: Lenin mengadvokasi dialog dan kerja sama, termasuk partisipasi dalam Duma (badan legislatif Rusia). Bogdanov tidak menginginkan bagian di dalamnya, lebih condong ke kiri daripada yang dilakukan Lenin sendiri.

Bersama dengan temannya, Leonid Krasin, Bogdanov membentuk sayap militer di bawah Komite Sentral RSDLP. Uang dari penyitaannya akan didistribusikan ke berbagai organisasi yang dikendalikan oleh Lenin dan Bogdanov. Yang belakangan Bogdanov  sangat marah karena lebih banyak uang tampaknya digunakan untuk tujuan Lenin.
Bogdanov kemudian akan segera dikeluarkan dari Partai Buruh. Ia dan Lenin terpecah karena interpretasi mereka tentang Marxisme, dan karya-karya Lenin mulai mencerminkan hal itu, memanggil Bogdanov untuk pandangan borjuisnya. Pada titik itu, bahkan keluarga Lenin berpikir dia bisa mengalahkannya. Tetapi Bolshevik tidak memilikinya — bahkan melarang novel-novel Bogdanov dibaca di dalam rumah tangga.
Bogdanov, di sisi lain, menganggap cita-cita Lenin sebagai 'Marxisme absolut' — “pengisap darah Dunia Lama”, yang mengubah pengikut vampir, dan menjadikan ketua di antara mereka adalah Lenin. Bogdanov telah kehilangan partainya, pekerjaannya, dan kredibilitasnya ketika bertukar syair sastra dengan orang-orang yang dianggapnya teman-temannya.
Namun, setelah kehancuran Perang Dunia I, secercah cahaya muncul: "sains bisa melakukan apa saja" adalah mantra tahun 1920-1930-an.
Mikhail Bulgakov kemudian menerbitkan karya sains ilmiah satir  yang brilian — A Dog’s Heart, yang berbicara tentang mentransfer jiwa anjing ke dalam manusia, tanda lain dari zaman. Menjadi jelas bahwa sains mulai mengambil inspirasi dari fiksi. Dengan Bogdanov sebagai pendukung utama.
Vladimir Drakula: Bagaimana Soviet Mencoba Menciptakan Makhluk Abadi?

Masalah dengan ilmu pengetahuan Bogdanov

Bogdanov tidak peduli dengan apa yang kita ketahui tentang darah hari ini — dari golongan darah dan sistem darah Rh ke seluruh faktor lainnya. Ilmu pengetahuannya penuh dengan bahaya, dengan dia yang paling sering menjadi kelinci percobaan.
Darah akan diambil dari pasien, dituangkan ke dalam wadah steril dan dicampur dengan agen anti-pembekuan darah, sebelum transfusi terjadi. Mereka harus cepat juga, untuk mencegah pembentukan bakteri.
Basis penggemar Bogdanov tumbuh ketika eksperimen gila batas ini mulai menunjukkan tanda-tanda kemajuan: Bogdanov sendiri dikatakan mulai terlihat 5-10 tahun lebih muda, sementara asam urat istrinya juga mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Orang tidak bisa mempercayai mata mereka!
Tidak akan lama sebelum Stalin sendiri digigit oleh serangga sains, menuntunnya untuk memanggil Bogdanov dan eksperimennya, bahkan menyarankan agar ia bergabung kembali dengan partai yang ia usir dari pendahulunya.


Vladimir Drakula: Bagaimana Soviet Mencoba Menciptakan Makhluk Abadi?Stalin tentu saja bukan Lenin, dan percaya bahwa ia membutuhkan setiap sisi jika (kapan) Perang Dunia berikutnya akan terjadi. Tidak ada uang yang dihemat untuk menemukan aplikasi militer untuk transfusi.
Institut Transfusi Darah didirikan pada tahun 1926 atas perintah pemimpin. Bogdanov menjadi direktur. Ketertarikan dengan gagasan persaudaraan darah yang diekspresikan dalam novel fiksi ilmiah Mars-nya akhirnya akan mulai menghasilkan sesuatu.
Tragisnya, ilmuwan gila dan fiksi ilmiah Bolshevik tidak punya cukup waktu untuk mempelajari efek dari prosedur peremajaannya. Kami tidak tahu tentang eritrosit atau plasma atau pemeriksaan dan praktik yang ada hari ini untuk transfusi bisa berhasil.
Bogdanov sangat tertarik pada apakah seluruh pertahanan kekebalan tubuh seseorang juga ditransfer melalui darah. Tampaknya seorang pemuda yang menderita TBC adalah kandidat yang sempurna untuk menguji teori itu.
Satu liter darah dipertukarkan antara pasien dan 'dokter'.
Itu tidak membantu bahwa Bogdanov membandingkan darahnya sendiri dengan darah Drakula — kebal terhadap penderitaan manusia. Transfusi kedua belas itu akan menjadi yang terakhir untuknya. Dalam waktu tiga jam, keduanya mulai mengalami kemunduran yang mantap: demam, mual, muntah — semua tanda keracunan serius.
Namun, Bogdanov memutuskan untuk menyimpan transfusi. Pada hari yang sangat menyakitkan itu, dia bahkan merasa lebih buruk daripada Kaldomasov yang buruk — penderita TBC. Meskipun demikian, dia menolak perawatan dalam upaya sia-sia untuk memahami apa yang telah terjadi.
Ginjal Bogdanov menyerah dalam 48 jam, menghasilkan kematian akibat reaksi hemolitik. Kata-kata terakhirnya, menurut wawancara Channel 1 dengan keturunan dekat dan ekonom Vladimir Klebaner, adalah “Lakukan apa yang harus dilakukan. Kita harus berjuang sampai akhir.” Dia meninggal pada tanggal 7 April 1928, berusia 54 tahun.
Tapi bagaimana dengan muridnya? 21 tahun telah hidup. Para dokter tidak tahu mengapa, bahkan setelah transfusi menit terakhir gagal menyelamatkan Bogdanov dari kematian. Kelak akan menjadi jelas bahwa prosedur terakhir ini bukan pelakunya (baik dia dan Kaldomasov adalah tipe O) — tetapi 11 yang sebelumnya, telah menciptakan antibodi di Bogdanov sampai-sampai bahkan darah yang benar pun akan ditolak. Hanya itu yang kami tahu.
Stalin sangat marah. Setelah berjanji puluhan ribu rubel ke lembaga darah Bogdanov, pemimpin Soviet sekarang mulai berpikir bahwa semua ilmuwan adalah penipu dan pemeras.
Pada akhirnya, bagaimanapun, itu berkat karya Bogdanov bahwa hematologi Soviet mendapat dorongan yang sangat dibutuhkan.

https://id.rbth.com/sejarah/81173-vl...viet-rusia-wyx


Kisah Hantu Bloody Mary

 Kisah Hantu Bloody Mary



Hantu Bloody Mary sudah beredar luas di Amerika sejak berabad-abad lamanya dan terus diceritakan hingga generasi berikutnya. Ha tersebut pula yang membuat legenda tentang hantu yang satu ini pun dikisahkan dalam berbagai cerita, namun satu hal yang pasti menurut legenda hantu ini hidup dan bisa dipanggil. Sekilas legenda tentang hantu Bloody Mary ini mirip dengan legenda jailangkung. Pasalnya, seperti permainan jailangkung hantu ini juga bisa dipanggil oleh siapa saja. Konon untuk memanggilnya Anda hanya membutuhkan mantra ‘Mary Worth, Mary Worth, I Believe in Mary Worth’ sebanyak tiga kali. Tapi jika hantu Bloody Mary belum muncul, konon Anda harus berputar 180 derajat sebanyak tiga kali. Saat menampakkan diri hantu ini dipercaya memiliki wujud yang sangat mengerikan dan penuh dengan darah yang mengalir keluar dari kepala sampai ujung kakinya. Menurut legenda di Negara-negara barat, siapa saja yang berani memanggil Bloody Mary maka orang itu akan di bawa ke dalam cermin untuk di jadikan sebagai tumbal.
Ada banyak versi yang beredar tentang hantu yang sangat legendaris ini, namun semua kisahnya sampai saat ini belum pernah berhasil terbongkar.

CARA MUDAH MENDAPATKAN PASSIVE INCOME KLIK DISINI

Penyihir
Sampai saat ini legenda tentang Bloody Mary masih menjadi kisah yang sangat misterius. Tapi beberapa kalangan percaya bahwa hantu wanita ini dulunya adalah seorang penyihir yang hidup lebih dari seratus tahun lamanya bernama Maria Worth. Menurut legenda mereka Maria dulu adalah seorang penyihir yang sangat hebat, bahkan konon dengan satu jentikan tangan dan mantra yang ia bacakan Maria bisa membuat makhluk gaib berada di bawah kendalinya. Konon Maria banyak membunuh wanita untuk dijadikan sebagai tumbal agar ia bisa memiliki kecantikan yang sempurna dan juga hidup abadi. Maria tewas secara mengenaskan dengan cara dibakar hidup-hidup, tapi banyak orang yang percaya jika Maria tidak tewas karena ia berhasil diselamatkan oleh jin dan di bawa masuk ke dalam sebuah cermin.

Gadis Cantik yang Mengalami Kecelakaan
Kisah legenda lainnya yang juga banyak dipercaya merupakan awal kemunculan hantu Bloody Mary adalah kisah hidup dari seorang wanita bernama Mary Worth. Konon sekitar abad 16 yang lalu Mary merupakan wanita yang punya kecantikan yang sangat sempurna, bahkan menurut legenda Mary kala itu sangat digilai oleh para pria. Tapi semuanya berubah setelah Mary mengalami sebuah insiden kecelakaan hebat yang menghancurkan semua kecantikannya, konon atas insiden tersebut Mary tidak bisa dikenali lagi. Karena wajahnya yang sangat hancur dan tidak berbentuk lagi orang tua Mary menyingkirkan semua kaca yang ada di rumahnya untuk menjaga perasaan anaknya. Namun karena merasa penasaran suatu saat Mary diam-diam menyelinap ke dalam sebuah gudang. Di gudang tersebut Mary berhasil menemukan sebuah cermin besar seukuran tubuh, ia pun melanggar perintah Ibunya dan mulai bercermin. Betapa kagetnya Mary saat ia melihat wajahnya yang ia sendiri tidak bisa kenali, dengan perasaan sedih, Mary pun menangis dan berteriak sekeras-kerasnya. Mary pun tewas dengan penuh rasa sedih. Menurut legenda, sebelum meninggal Mary sempat berkata jika dirinya akan kembali.

Memang, hampir semua kisah legenda Bloody Mary terkesan di buat-buat, namun tidak sedikit kalangan yang mengaku bahwa ia bertemu langsung dengan hantu Mary Worth saat mereka melakukan ritual pemanggian.

Sumber: SegiEmpat