Jumat, 28 Agustus 2020

Kereta Hantu UI


Hela Cafeters! Selamat hari kamis manis. Apakah kisah horor ini akan semanis kamis ini? Entahlah, mari kita baca.
Bagi sebagian besar anak UI, pasti pernah mendengar atau bahkan merasakan sendiri kisah kereta hantu. Dikisahkan bahwa pada waktu menjelang tengah malam, terkadang ada kereta yang berhenti di stasiun UI untuk mengangkut penumpang.
Salah satu kisah mengenai kereta hantu ini yang cukup melegenda ialah tentang seorang mahasiswa UI yang ingin pulang ke rumahnya di daerah Tebet. Saat ia menaiki kereta ini, di dalamnya terdapat beberapa penumpang dengan wajah yang pucat. Selama menaiki kereta tersebut, tak ada orang yang saling berkomunikasi.
Setiap penumpang hanya tertunduk diam. Mahasiswa ini merasakan kejanggalan lain, yakni kereta melaju sangat cepat dan tidak berhenti di setiap stasiun. Kereta ini baru berhenti di stasiun Tebet, tujuan dari si mahasiswa UI tersebut.
Saat turun, si mahasiswa memperhatikan tak ada penumpang yang turun di stasiun Tebet dan hanya ia seorang yang turun. Begitu turun, kereta itu langsung melaju kencang tanpa menunggu penumpang lagi.
Ketika si mahasiswa UI ini berjalan menuju keluar stasiun, dia ditegur oleh penjaga stasiun. Si penjaga bertanya-tanya dari mana si mahasiswa ini datang. Si mahasiswa hanya menjawab bahwa ia baru naik kereta dari UI.
Sontak, si penjaga terkejut dan menceritakan bahwa tak ada kereta yang datang. Ia hanya melihat si mahasiswa berjalan di atas rel sampai ke stasiun Tebet. Mendengar ucapan si penjaga stasiun, si mahasiswa pun terkejut lalu pucat. Ia tidak menyangka kalau dirinya baru saja menaiki kereta hantu.
Cerita mengenai kereta hantu UI ini sudah berseliweran di kalangan mahasiswa sejak tahun 1990-an. Saking terkenalnya cerita ini, banyak mahasiswa UI yang enggan naik kereta dari stasiun UI bila menjelang waktu tengah malam.
Gimana kisah kamis manis kali ini? Jangan lupa It’s behind you

-Barbara
Sc : https://www.quipper.com/id/blog/quipper-campus/campus-life/kisah-horor-di-kampus-ui/

THERE’S SOMETHING IN THE LADIES TOILET AT WORK


Selama 4 tahun terakhir, aku bekerja sebagai video editor di sebuah perusahaan pakaian wanita. Seperti yang bisa kau bayangkan, sebagian besar pegawainya adalah wanita. Bahkan, aku satu2nya pria di departemenku. Ujung2nya, aku seringkali mendapat ejekan (dalam artian bercanda) dari teman2ku. Namun sejujurnya, aku tak terlalu keberatan. Namun ada satu kekurangan dari tempat kerjaku. Kamar mandi. Oh, maaf, kurasa aku terlalu cepat menceritakannya.

Beberapa bulan lalu, karena tempat kerja kami dirasa kurang luas, bosku memutuskan memindahkan seluruh departemenku (ada 12 orang pegawai, 11 di antaranya perempuan, dan 1 laki2, itu aku) dari kantor pusat kami ke gedung yang lebih kecil di seberang jalan. Aku sangat bersyukur dengan kepindahan ini. Kami benar2 membutuhkan tempat kerja yang lebih luas dan gedung di seberang kebetulan kosong. Tapi sayangnya, kondisi gedung itu tidak terawat. Tidak ada yang menyewa gedung tersebut selama beberapa bulan dan kondisinya benar2 parah. Langit2nya bocor, bahkan ada yang ambruk. Lantainya retak, dan kamar mandinya benar2 dalam keadaan kotor. Namun bosku mengucurkan banyak dana untuk merenovasi gedung tersebut dan setelah jadi, kami bahkan tak bisa lagi mengenalinya (dalam artian yang baik).

Perubahannya benar2 tak bisa dipercaya! Kami memilikicubicle2untuk tempat kami bekerja dengan pot tanaman, kursi yang ergonomis, dan kami juga memiliki ruang lapang dimana kami bisa mendekorasinya sesuai keinginan kami. Kami juga diberikan dapur yang lengkap dengan mesin pembuat kopi (bermerek), blender untuk membuat jus, pemurni air, yah hampir segalanya. Dan gadis2 diberikan kamar mandi mewah lengkap dengan futon dan cermin rias (kau tahu, yang ada lampu2 di sekeliling frame-nya).

Bagaimana dengan kamar mandi pria? Well, bisa ditebak karena aku satu2nya pegawai laki2 di sana, maka kamar mandiku tak semewah mereka. Kamar mandiku hanya berisi wastafel, toilet, dan cermin. Itu cukup bagiku, mengingat di gedung ini hanya aku saja yang menggunakannya.

Namun masalahnya adalah kunci pintunya mudah rusak. Ketika aku keluar dari kamar mandi, pintunya akan menutup sendiri dan mengunci dari luar. Aku tak bisa masuk tanpa bantuan dari bagian maintenance gedung. Hal itu tidak terjadi terlalu sering, namun cukup untuk membuatku kesal. Karena seringkali kejadian itu berlangsung saat kondisi “darurat”, yah kau tahu lah maksudku. Untuk membuat segalanya lebih buruk, bagian maintenance di gedung ini bisa dibilang supersibuk, sehingga mereka baru bisa menangani keluhanku setelah beberapa jam atau bahkan beberapa hari. Untungnya, para rekan kerjaku (yang semuanya wanita) sangat baik dan mengizinkanku menggunakan kamar mandi wanita apabila kamar mandiku terkunci. Mereka mengatakan mereka tidak keberatan, bahkan agak “terhibur” (entah apa itu maksudnya).

Peristiwa itu terjadi beberapa kali. Aku sebenarnya ingin cuek saja, namun aku tak bisa bohong pada diriku sendiri. AKu benci menggunakan toilet perempuan. Ini bukan hanya karena ego-ku sebagai laki2. Itu juga bukan karena rasa malu. Namun karena menggunakan kamar wanita rasanya benar2 aneh. Ya, aneh. Seperti kau merasakan ada sesuatu yang membuatmu merinding tanpa bisa menjelaskannya. Saat aku menggunakan kamar mandi wanita, aku merasa bahwa aku tak sendiri.

Aku ingat dengan samar pertama kali aku terpaksa menggunakannya. Hari itu adalah hari dimana kunci kamar mandi pria macet sejak pagi dan aku hampir menghabiskan seharian tanpa pergi ke kamar mandi. Sejam sebelum shift-ku berakhir, aku merasa seperti kandung kemihku akan meledak. Kakiku gemetaran dan gigiku mengigiti bagian dalam pipiku, serta mataku mulai berair. Aku menyadari bahwa pada titik ini, aku hanya punya dua pilihan: menggunakan kamar mandi wanita atau mencari semak2 di luar. Aku lebih memilih memakai kamar mandi wanita, walaupun itu adalah keputusan yang sangat sulit untuk kubuat. Rekan kerjaku (yang sekali semua adalah wanita) berjanji mereka akan berjaga di depan pintu untuk memastikan tidak ada yang masuk sementara aku menggunakan kamar mandi. Mereka juga memeriksa ke dalam untuk memastikan kamar mandi itu kosong sebelum aku masuk.

“Halo?” tanyaku. Tak ada respon.

Pikiran pertama yang terbesit di benakku adalah betapa bagusnya kamar mandi ini. Seperti yang kusebutkan di atas, ada futon dan cermin yang bisa menyala. Aku juga terkejut tidak ada urinal di sana. Hanya ada bilik2. Yah, butuh waktu sejenak untuk benar2 menyadari aku berada di kamar mandi wanita. Rasanya aneh, sebab seumur hidupku, setiap aku memasuki kamar mandi, aku selalu melihat urinal.

Aku memasuki sebuah bilik, menguncinya (walaupun aku tahu takkan ada yang masuk), dan melakukannya. Aku berdiri di sana, mengosongkan kandung kemihku, dan tak mendengar apapun kecuali air seniku yang mengalir ke dalam kloset. Rasanya suasana itu berjalan selama semenit hingga aku mendengar suara lain. Suara itu seperti suara langkah kaki yang sangat ringan. Lalu,

“Ngiiiiik …”

Jantungku berhenti. Itu adalah suara bilik di sampingku terbuka. Ada seseorang yang berada di dalam kamar mandi selain diriku. Mungkin orang itu masuk tanpa sepengetahuan rekan kerjaku di luar atau sejak awal dia memang sudah ada di sini dan rekan2 kerjaku tak mengetahuinya.

Setelah rasa terkejutku reda, perasaanku berganti menjadi rasa malu. Inilah aku, kencing berdiri di kamar mandi wanita (garis bawahi kata “berdiri”), dan seorang gadis malang mendengarnya. Mungkin gadis yang bekerja denganku itu sama malunya denganku. Sial, ini awkward! Entah bagaimana, tanpa aku berpikir, aku mengucapkan, “Uuuh, maaf.” Aku kembali mendengar suara “Ngiiiik” dari suara pintu bilik yang terayun membuka dan suara “Tuk” yang pelan. Setelah aku selesai kencing, membilasnya, dengan lega aku keluar dari bilik. Aku melihat wajah merahku yang tersipu di cermin dan memutuskan untuk mencuci mukaku dengan air. Akupun keluar dari kamar mandi.

Rekan kerjaku bersumpah tak ada yang masuk ke kamar mandi wanita ketika aku berada di dalam. Dan mereka meyakinkanku bahwa kamar mandi itu kosong ketika aku masuk. Aku tak yakin, namun aku berpikir bahwa aku mungkin saja salah dengar. Mungkin itu suara air yang mengalir melalui pipa di dinding dan melupakan semua pengalaman itu.

Aku hanya pernah menggunakan kamar mandi wanita selama dua kali sepanjang bulan itu. Dan setiap kali aku melakukannya, itu adalah pengalaman yang menyiksa. Tiap kali aku sudah tak tahan lagi, aku merasa paranoid, selalu merasa seakan aku sedang menyerang ruang privasi orang lain. Satu kali, ketika aku sedanng mencuci tangan, aku menatap ke cermin dan bersumpah melihat sesuatu bergerak di sudut mataku. Sebuah gerakan cepat di dekat salah satu bilik.

Seperti seseorang (atau sesuatu) dengan cepat berusaha menghindar dari tatapanku. Aku tak bisa menunjukkan dengan tepat dimana gerakan itu berasal, namun aku bisa bersumpah bahwa aku benar2 melihatnya saat itu. Dan aku juga mendengar suara yang familiar.
“Ngiiiiik …” diikuti dengan suara “Tuk.”

Tak heran para wanita selalu ke kamar mandi ramai2, pikirku. Pasti itu membantu mereka agar tidak mendengar suara2 yang aneh.
Secara keseluruhan, menggunakan kamar mandi perempuan adalah pengalaman paling canggung yang pernah kualami. Namun itu bukan pengalaman yang terlalu menakutkan.

Hingga hari ini. Sial! Aku benar2 merinding jika mengingatnya. Hari ini adalah hari terakhir aku menggunakan kamar mandi wanita SELAMANYA. Dan aku akan berusaha supaya tak satupun rekan kerjaku yang menggunakan kamar mandi itu. Hari ini bukanlah hari yang normal, ini adalah hari yang benar2 sibuk. Begitu banyak yang harus kulakukan. Aku terlambat makan (pada titik ini perutku mulai terasa aneh).

Aku punya ribuan deadine yang harus kupenuhi. Dan lebih buruk lagi, tanpa sengaja aku kembali mengunci kamar mandi pria dari luar. Aku mengirim e-mail ke bagian maintenan cedan meneruskan bekerja sepanjang hari, sehingga akupun melupakannya. Aku segera menyadari bahwa aku takkan mungkin pulang ke rumah tepat waktu, terutama karena sebuah proyek tiba2 muncul sekitar satu jam sebelum waktu pulang. Aku sedikit merasa khawatir dengan beberapa hal.

Pertama, jika aku tidak pulang sekarang, aku takkan menemukan tempat parkir di blok apartemenku. Kedua, aku sepertinya mengalami sedikit masalah pencernaan hari ini dan merasa sedikit tak nyaman. Namun aku bekerja secepat mungkin dan masih berharap dapat pulang tepat waktu.

Dan tentu saja, hari dimana kau ingin pulang ke kantor lebih cepat adalah hari dimana (kenyataannya) kau harus bekerja lembur dan pulang terlambat, bahkan paling akhir. Pada pukul 6, gadis terakhir sudah pulang dari kantor dan aku masih belum menyelesaikan proyekku. Pada 7.30, perutku mulai membunuhku secara perlahan.

Perutku mulai berbunyi cukup keras. Ia tidak mengatakan, “Aku lapar!” melainkan “Aku sedang kesal dan akan meledak. Aku akan membuat kekacauan di sini jika kau tak segera ke toilet!”. Yah, singkat kata, aku harus segera menggunakan kamar mandi. Tak bisa ditunda lagi. Aku melihat berapa lama waktu yang dibutuhkan komputerku untuk memproses tahap akhir proyek videoku. 45 menit. Itu dan ditambah setengah jam berkendara pulang, jelas tidak mungkin aku bisa menunggu selama itu. Aku pergi ke kamar mandi laki2 dan berusaha membukanya.

“Klik!”

Yah, benar. Masih terkunci dan pasti bagian maintenance masih terlalu sibuk untuk memperbaikinya. Aku mengintip kamar mandi wanita dan merasa gugup untuk alasan yang aneh. Namun aku mengabaikannya dan memutuskan untuk masuk saja (perutku memaksaku, aku tak punya pilihan lain).

Aku memasuki kamar mandi wanita dan dengan terburu-buru langsung masuk ke dalam bilik, sambil melepas sabukku ketika aku berjalan.
Aku takkan memberikan detail yang terlalu rinci di sini, namun setelah 20 menit duduk di kloset, aku mulai merasakan horor. Aku mulai mendengar langkah kaki. Aku mendengarkan dengan seksama, bertanya-tanya mungkinkah aku sedang berkhayal.

“Tap … tap … tap ….”

Tidak, aku tak mungkin salah. Aku jelas2 mendengar suara langkah kaki. Tidak, bukan langkah kaki. Seperti suara sesuatu merangkak? Jantungku berdebar kencang dan paru2ku serasa membeku ketika aku menyadari darimana suara itu berasal.

Suara langkah kaki itu tidak berasal dari luar.

Suara itu berasal dari atasku. Tepat dari atasku.

Aku menatap ke atas dan suara itu menghilang. Untuk sesaat, aku tak mendengar sesuatupun namun jantungku berdebar sangat kencang hingga aku mulai merasa sakit. Kemudian,

“Ngiiiiiik …”

Pada saat itulah aku menyadari bahwa selama ini yang kudengar bukanlah suara bilik yang didorong terbuka. Itu adalah suara papan plafon langit2 yang diangkat. Ketika papan plafon yang berada tepat di atasku tergeser membuka, akupun melihatnya. Mataku membelalak dan mulutku menganga ketika aku melihat sesuatu di sana.

Dan ia balik menatapku.

Di dalam langit, sebagian tersembunyi di dalam bayangan, aku melihat sebuah mata. Mata itu mengintip, melihat tepat ke arahku untuk selama sedetik. Kemudian, secepat ia terlihat, secepat itu pula ia menghilang. Hal terakhir yang kulihat adalah suata “Tuk” yang pelan ketika ia meletakkan kembali papan plafon itu di tempatnya.

Apa yang terjadi berikutnya masih sangat kabur dalam ingatanku. Aku tak ingat berdiri dan menarik celanaku. Aku tak ingat meraih kunci mobilku dan keluar dari gedung. Aku hanya ingat detak jantungku yang serasa memukul2 dadaku.

Detak jantungku sangat kencang hingga rusukku terasa sakit. Ketika aku pulang, aku mencoba mengingat kembali apa yang aku lihat. Aku bertanya-tanya, apa yang akan kukatakan pada rekan2 kerjaku besok tentang apa yang kulihat tadi?

Itu jelas wajah seorang laki2, namun wajahnya tak sepenuhnya seperti manusia.

Rabu, 19 Agustus 2020

Perdagangan Budak Kulit Hitam Dan Putih Tawanan Barbary Corsair

Bagaimana perdagangan budak kulit hitam dan putih yang sempat menakutkan penduduk pesisir Eropa? Bajak laut Barbary Corsair tidak hanya menargetkan kapal perdagangan, tetapi juga pemukiman sepanjang pinggir pantai yang tidak dijaga. Mereka menangkap semua orang tanpa mengenal usia, pria dijadikan pekerja paksa, sementara wanita dijadikan budak seks.


Perdagangan Budak Kulit Hitam Dan Putih
The Slave Market, Wikimedia Commons
Perbudakan sudah ada sejak dulu kala, salah satunya yang terkenal di zaman Babilonia yang mencatat perdagangan budak dalam Code Hammurabi pada abad ke-18 SM. Hampir setiap kalangan mempunyai budak sendiri atau memperbudak orang lain. Diabad ke-16 hingga 19, eropa mengalami guncangan hebat karena perdagangan budak Afrika dan budak kulit putih disekitar Mediterania. Saat itu diperkirakan lebih dari 1 juta orang Eropa diperbudak oleh bajak laut Barbary Corsairs, kehidupan budak kulit putih ini diperlakukan sama seperti budak Afrika.

Perdagangan Budak

Bagaimana awalnya bajak laut ini muncul dan mulai mencekam penduduk Eropa? Beberapa abad sebelumnya, atau abad ke-13 dan 14, bajak laut Eropa dari Catalonia dan Sisilia mendominasi lautan. Mereka adalah ancaman utama para pedagang Mediterania. Di abad ke16, bajak laut Eropa memperkenalkan kapal-kapal canggih ke pelabuhan Barbary. Sejak dikenalkanya kapal-kapal baru ini, Corsair mulai agresif dan menyerang kapal pedagang Eropa.

Antara tahun 1609 dan 1616, Inggris kehilangan 466 kapal dagangnya hanya dalam 7 tahun (1609-1616). Mereka menangkap non-Muslim untuk dijual sebagai budak atau tebusan, tawanan yang masuk Islam umumnya dibebaskan. Saat itu Pantai Barbary dan imigran yang terusir dari Spanyol dibawah perlindungan Ottoman.

Perdagangan budak saat itu dilakukan oleh bajak laut atau Corsairs sejak abad ke-16. Mereka melakukan aksinya di sepanjang pantai Barbary. Yang saat ini mencakup wilayah Maroko, Algeria, Tunisia, dan Libya. Siapa pun yang belayar di Mediterania merasa khawatir akan ditangkap oleh Corsair dan dibawa ke kota Barbary Coast untuk dijual sebagai budak. Kadang-kadang Corsair juga menyerang pemukiman di pesisir Italia, Prancis, Spanyol, Portugal, Inggris, Irlandia, bahkan sampai ke Belanda dan Islandia. Mereka mencari pantai yang tidak dijaga dan menyusup ke desa-desa untuk menangkap calon budak.

Baca juga: Kesultanan Mamluk Mesir Hancur Diserang Napoleon Perancis

Penduduk desa Baltimore di Irlandia pernah merasa ketakutan, hampir seluruh penduduknya ditangkap dan dijadikan budak kulit putih sekitar tahun 1630. Sejak kejadian itu, banyak penduduk pesisir Mediterania pindah ke tempat yang aman. Penyerbuan Barbary Corsair di pantai pesisir ini merupakan kejadian yang sangat mengerikan.

Mereka menyerbu pada malam hari bersenjatakan senapan, menunggu di depan pintu setiap rumah. Ketika semua sudah siaga di posisi depan rumah, kapten memerintahkan secara serentak untuk mendobrak setiap rumah dan menggeret penghuni yang sedang tidur. Setidaknya ada 33 wanita, 20 pria, dan 54 anak-anak dari Baltimore diseret ke dalam kapal. Setelah mendapatkan korbannya, Corsair kemudian kembali ke Algiers dan menjual budak kulit putih ini.

Awal tahun 1600-an diperkirakan 35,000 budak Eropa ditahan di Pantai Barbary. Mayoritas pelaut Eropa dan sisanya penduduk desa pesisir. Dari tahun 1450 hingga 1700, perdagangan budak yang masuk ke Istanbul sekitar 2,5 juta.

Budak yang tertangkap bajak laut ini banyak yang tidak bertahan hidup. Ada yang meninggal di kapal selama perjalanan karena penyakit dan kekurangan makanan. Perdagangan budak saat itu diarak ke hadapan calon pembeli, mereka dirantai dan nyaris tanpa sehelai pakaian. Para pembeli memeriksa setiap sudut fisik sebelum membelinya. Pada umumnya budak pria dimanfaatkan untuk tenaga kerja kasar di pertambangan, bangunan, dan nasib terburuk jika dijadikan budak dayung kapal. Budak kapal ini dibelenggu rantai, tidur, makan, dan buang air, ditempat duduknya masing-masing. Pengawas akan mencambuk budak-budak yang dianggap malas dan banyak alasan.

Baca juga: Lawrence of Arabia, Mata-Mata Inggris Yang Mendalangi Pemberontakan Arab

Sementara budak wanita kulit putih yang masih muda paling mahal dan paling laris, mereka dijadikan sebagai selir. Wanita yang sudah tua dijadikan pembantu rumah tangga yang sudah pasti harganya murah. Budak kulit putih yang masih anak-anak kebanyakan dibesarkan dan diajarkan menjadi seorang Muslim. Kemudian anak laki-laki yang telah terdidik dipilih dan nantinya dimasukkan kedalam Korps tentara Ottoman.

Antara tahun 1785 dan 1815, sekitar 700 orang Amerika juga ditahan di pantai Barbary sebagai budak. Setiap tahunnya diperkirakan ada 8500 budak baru yang tertangkap. 

Barbary Corsair Dari Luar Afrika

Menurut Robert Davis dalam bukunya "Christian Slaves, Muslim Masters: White Slavery", perdagangan budak Barbary umumnya digambarkan sebagai bajak laut Muslim yang menangkap korban kulit putih Kristen. Tetapi kenyataannya, Corsairs tidak peduli dengan ras ataupun agama. Korban yang menjadi budak Barbary adalah mereka yang berkulit hitam, coklat, putih, dan agamanya bisa saja Katolik, Protestan, Ortodoks, Yahudi bahkan Muslim. Bajak laut Corsairs bukan hanya Muslim, mereka ini juga ada yang berasal dari pasukan Inggris dan kapten Belanda. Selama ini banyak orang menganggap perbudakan selalu bersifat rasis, tetapi kenyataannya tidak demikian.

Baca juga: Peristiwa Perancis Menjajah Kairo Dan Menodai Mesjid Al-Azhar

Bajak laut mulai berkurang ketika Eropa mulai memperkuat angkatan lautnya untuk melindungi perdagangan mereka. Dia awal abad ke-19, Amerika dan beberapa negara Eropa mulai melawan balik para perompak Barbary. Algeria sering dibombardir oleh Prancis, Spanyol, dan Amerika, sehingga memaksa Corsair untuk menyetujui persyaratan penghentian memperbudak kulit putih, tetapi perdagangan budak non-Eropa tetap diizinkan.

Antara tahun 1580-1680, sekitar 15000 orang Eropa Kristen yang masuk Islam bergabung kedalam Barbary Corsair. Setengah dari kapten Corsair adalah orang Eropa, kebanyakan pendatang dari luar Afrika justru mencari peluang ditengah maraknya perdagangan budak. 

Perdagangan budak mulai berkurang sejak Swedia dan Amerika Serikat mengalahkan mereka dalam Perang Barbary tahun 1800-1815. Di tahun 1816, kapal-kapal Inggris dan Belanda membom Algiers selama sembilan. Perdagangan budak berakhir ketika Prancis menaklukkan Algeria (1830-1847).

Referensi

  1. Christian Slaves, Muslim Masters: White Slavery in the Mediterranean, the Barbary Coast and Italy, 1500–1800. By Robert C. Davis (2003)
  2. British Slaves on the Barbary Coast. By Robert Davis, BBC History (2011)
  3. Trans-Saharan Slave Trade. Wright, John (2007).

Kisah Ribuan Selir Kaisar Dinasti Ming Disiksa Dan Dihukum Masal

Inilah kisah selir kaisar dinasti Ming yang tewas karena dihukum. Tradisi pada waktu itu sangat ketat untuk menjaga nama baik kaisar, sehingga semua wanita harus tunduk dengan aturannya. Ada banyak kisah menyedihkan dibalik kota terlarang atau Forbidden City yang menyimpan ribuan selir. Dibalik tembok ini banyak kejadian menyedihkan para selir, bahkan pernah terjadi pembantaian masal oleh salah satu kaisar di zamannya.


Kisah Ribuan Selir Kaisar
Frühlingsmorgen im Han-Palast, Wikimedia Commons
Dinasti Ming merupakan salah satu pemerintahan sukses dalam sejarah, kejayaan ini sejak tahun 1368-1644. Di tahun-tahun ini mereka menjadi dinasti adikuasa yang terkenal dengan ekspedisi laut menyaingi Christopher Columbus. Di zaman ini Ming sudah mencetak buku yang pada waktu itu mesin cetak belum ada di Eropa. Ada banyak gebrakan semenjak dinasti Ming menjelajah dunia, tetapi dibalik itu juga tersimpan kisah kelam di Kota Terlarang, Forbidden City.

Kisah Ribuan Selir Kaisar

Kaisar Ming pada waktu itu pernah memberlakukan hukum yang sangat kejam terhadap selirnya. Bahkan ada kaisar yang menyimpan lebih dari 9000 selir, kebanyakan selir-selir ini diambil secara paksa atau diculik dari rumah. Mereka dilarang meninggalkan ruangan kecuali dipanggil ke kamar tidur kaisar. Kaki selir ini diikat sehingga membuat selir pincang tidak bisa melarikan diri, bahkan ada yang tidak bisa berjalan.

Salah satunya Kaisar Hongwu yang paling berpengaruh karena membangun dinasti Ming. Kekejaman nya terhadap para selir dianggap berlebihan, mereka dikurung dan disiksa. Dia yang telah memulai tradisi penghukuman selir dipaksa untuk bunuh diri, atau dikubur hidup-hidup bersama kaisar yang mati. Tradisi ini diteruskan oleh dua penerus nya, Kaisar Yongle dan Hongxi. Tetapi semenjak kepemimpinan Kaisar Zhengtong, tradisi ini dihapuskan dalam surat wasiatnya pada tahun 1464. Para selir kaisar hanya kehilangan martabat, nikmat duniawi, lebih baik daripada kehilangan nyawa.

Baca juga: Laksamana Zheng He, Cheng Ho, Kasim Keturunan Rasulullah

Di zaman Kaisar Yongle, dia membangun Kota Terlarang di Beijing pada tahun 1420. Komplek ini terdiri dari 980 bangunan, 9000 kamar, dibangun diatas lahan seluas 180 hektar. Tak lama setelah kota ini dibangun, ada desas-desus bahwa salah satu selirnya bunuh diri dengan tuduhan berselingkuh dengan kasim istana. Selir ini mengatakan alasannya berselingkuh karena kaisar impotensi. Mendengar ucapan ini, kaisar merasa terhina, dia membungkam semua orang yang tahu dan yang terlibat.

Dia mengatakan kepada seluruh istana bahwa selir itu telah diracun, kemudian mengumpulkan 2800 wanita dari kota terlarang yang dibangunya untuk di eksekusi. Meskipun tidak disebutkan secara detil tentang pembantaian, Catatan ini diperoleh dari selirnya, yang saat itu sudah lari jauh dari istana. Akhirnya dia beserta 15 selir yang tersisa digantung di aula Kota Terlarang pada hari pemakaman Yongle.

Baca juga: Kisah Kaisar Qin Shi Huang Mencari Ramuan Abadi

Berbeda dengan Zhengde yang berkuasa tahun 1505, dia mempunyai keanehan dan merasa tak puas dengan selir-selirnya. Kaisar ini mengumpulkan banyak selir cantik. Karena banyaknya selir, 9000 ruangan yang tersedia tidak cukup bahkan ada yang tewas kelaparan karena tidak kebagian makanan. Dan ketika bosan dengan selirnya, dia menyelinap dan menyamar di malam hari untuk mengunjungi rumah bordil.

Referensi

The Merciless Ming: The Chinese dynasty was unspeakably cruel and one of the most debauched in history - yet they produced the sublime art now on show at the British Museum. By David Leafe, Daily Mail 17 September 2014.

Kisah Raja Inggris Henry VIII Menikahi Anne Boleyn, Anaknya Sendiri

Inilah misteri ratu Inggris Anne Boleyn, salah satu dari enam istri raja Henry VIII. Wanita ini selama berabad-abad menjadi topik pembicaraan karena perbuatannya yang menyebabkan dirinya dihukum mati. Dalam kisah Raja Inggris Henry VIII menjadikannya ratu kedua dan berharap wanita ini memberikannya anak laki-laki.


Kisah Raja Inggris Henry VIII
Henry VIII's first interview with Anne Boleyn, Wikimedia Commons
Tetapi faktanya diluar dugaan, ratu tidak seperti yang diharapkan sehingga membuat Raja Henry berselingkuh dengan wanita lain. Sedangkan Anne diadili dan dihukum mati atas tuduhan perzinahan, inses, dan pengkhianatan. Menurut rumor yang beredar di abad ke-16, raja Henry telah meniduri keluarga ini, mulai dari ibu dan kedua putrinya.

Kisah Raja Inggris Henry VIII

Anne Boleyn dilahirkan dari keluarga bangsawan sederhana antara tahun 1501 dan 1507. Kakek buyutnya Geoffrey Boleyn, pernah diangkat sebagai Walikota London, sejak saat itu keturunannya menjadi bangsawan terhormat. Ayahnya menjadi seorang diplomat, dan ibunya adalah Elizabeth, putri Duke of Norfolk. Sejak kecil dia tinggal dilingkungan istana bupati Belanda, kemudian dikirim ke Prancis sebagai pelayan istri Raja Prancis, Louis XII.

Di abad ke-16 tersebar rumor bahwa Anne adalah putri Henry sendiri, karena Ibunya pernah seranjang dengan raja. Begitu juga dengan Mary, adik Anne, diduga raja Henry telah menghamili adiknya dan melahirkan seorang putri.

Baca juga: Dongeng Putri Salju Diangkat Dari Kisah Nyata Raja Phillip IV

Anne bukan wanita yang cantik, kabarnya wanita ini mempunyai enam jari ditangan kiri dan tahi lalat besar di leher. Tetapi dibalik itu, kecerdasan dan pesonanya telah membuat bangsawan kagum. Hingga membuat raja Henry VIII terpikat dan berniat menjadikannya gundik, tetapi Anne menolaknya. Saat itu istri raja Catherine adalah bibi kaisar Roma, jadi raja pun takut menyinggung jika menceraikannya. Alasan lainnya, dia juga sudah bosan dengan istrinya karena tak bisa memberi anak laki-laki.

Diam-diam, raja Henry VIII menikahi Anne di sebuah upacara rahasia. Anne dinobatkan sebagai ratu dan melahirkan seorang putri bernama Elizabeth I. Anne sempat mengalami keguguran saat mengandung anak laki-laki, hingga membuat raja bosan dan berselingkuh dengan pelayan ratu, Jane Seymour.

Baca juga: Moge Khatun, Selir Genghis Khan Yang Dinikahi Anaknya

Wanita selingkuhan ini pun dijadikan istri Henry VIII, dan diangkat menjadi ratu setelah Anne dihukum mati. Ibu Anne dikabarkan masih sepupu ibu Jane, jadi perkawinan ini masih diseputar keluarga bangsawan. Dari Jane inilah raja Henry mendapatkan seorang putra yang menjadi Raja Edward VI, wanita ini adalah satu-satunya istri Raja yang menerima penghormatan pemakaman ratu.

Bagaimana dengan nasib ratu Anne? Pada tahun 1536 dia ditangkap dan dibawa ke Menara London, kemudian didakwa atas tuduhan perzinahan, inses dan berkomplot untuk membunuh raja. Anne dijatuhi hukuman mati, dipenggal dengan pedang tertajam saat itu oleh seorang algojo. Jenazah ratu ini dimakamkan tanpa tanda, tidak ada penghormatan untuk pemakaman ratu saat itu.

Referensi

  1. Henry VIII in history, historiography, and literature. By Baumann, 1992.
  2. 11 things you (probably) didn’t know about Anne Boleyn. Publish by History Extra Mag, June 25, 2020.

Selasa, 04 Agustus 2020

Kenalan Dengan Istri-Istri Arjuna di 'Mahabharata'

Yuk, Kenalan Dengan Istri-Istri Arjuna di 'Mahabharata'

1. Drupadi

Perempuan pertama yang dinikahi oleh Arjuna adalah Drupadi. Memang, Drupadi tidak hanya istrinya saja, tapi istri semua Pandawa.

Tapi, Arjuna lah yang sebenarnya memenangkan Drupadi untuk dijadikan istrinya. Hanya saja, atas permintaan dari Dewi Kunti, ibunya, Drupadi harus menikah dengan kelima Pandawa.

Jauh di lubuk hatinya, Drupadi sangat mencintai Arjuna. Pria yang sudah memenangkan dan memanah hatinya dengan api asmara.

Yuk, Kenalan Dengan Istri-Istri Arjuna di 'Mahabharata'

2. Subadra
Saat diasingkan dari Indraprasta, Arjuna tinggal di Dwarka sebagai tamu kerajaan adik Krisna, Subadra. Di sana, ia meminta izin kepada Krisna untuk menikahi Subadra, dan ini jawaban kakaknya.

"Seorang prajurit pemberani tidak pernah memohon untuk wanita. Kalau ia tidak memenangkannya dalam perang, maka ia akan membawa wanita itu secara paksa," ujar Krisna.

Perkataan Krisna itu memberikan petunjuk bagi Arjuna. Suatu hari, saat Subadra pergi ke kuil, ia membawanya pergi dengan menaiki kereta. Penjaga Subadra berusaha untuk menghentikan mereka, tapi gagal.

Para penjaga itu melapor kepada Baladewa, kakak Krisna. Meski sudah siap marah, tapi Baladewa melihat Krisna tidak terganggu dengan hal tersebut, dan akhirnya memutuskan untuk tidak mengejar mereka.

Krisna mengatakan bahwa adik mereka sudah bahagia dan jadi pengantin dengan pangeran dari Indraprasta.
Yuk, Kenalan Dengan Istri-Istri Arjuna di 'Mahabharata'

3. Ulupi
Istri ketiga Arjuna bernama Ulupi, ia adalah seorang wanita cantik yang melihatnya di hutan pengasingan. Ulupi adalah seekor ular, ia putri dari raja ular Kauravya dan tinggal di kerajaan ular di Patal Lok.

Saat Arjuna mandi di sungai, Ulupo berubah bentuk jadi ular dan membawa Arjuna ke Patal Lok. Di sana, ia meminta kepada Arjuna untuk menikahinya dan Arjuna setuju.

Keduanya menikah dan memiliki putra bernama Irawan. Setelah itu, Arjuna ingin kembali ke dunia, dan Ulupi membawa suaminya kembali ke tempat asalnya.

Saat menjelang perpisahan, Ulupi memberi Arjuna anugerah. Tidak ada makhluk air yang akan bisa mengalahkan Arjuna sampai kapanpun.

Yuk, Kenalan Dengan Istri-Istri Arjuna di 'Mahabharata'

4. Chitrangada
Istri Arjuna yang berikutnya adalah Chitrangada. Ia adalah seorang putri dari kerajaan Manipur.

Arjuna bertemu dengan Chitrangada saat ia dalam perjalanan menuju Manipur. Keduanya menikah di sana dan dikaruniai seorang anak bernama Babhru.

Saat Arjuna kembali ke kerajaannya, Chitrangada memilih untuk tetap tinggal di rumahnya sendiri. Bersama putra mereka, Chitrangada tinggal di Manipur dan mengantarkan kepergian Arjuna kembali ke negaranya.

Yuk, Kenalan Dengan Istri-Istri Arjuna di 'Mahabharata'

5. Uttara
Ketampanan Arjuna tidak hanya membuat para wanita terpesona. Seorang raja bernama Virat pun terpana dengan ketampanan dan kemahirannya bermain panah.

Dengan alasan itulah Raja Virat ingin menjodohkan Arjuna dengan putrinya, Uttari. Namun sayang, Arjuna menolak untuk menikah dengan Uttari.

Arjuna menolak karena sudah menganggap Uttari sebagai muridnya, dan ia tak mau menikah dengan orang yang sudah ia anggap sebagai anaknya sendiri. Sebagai ganti, ia menawarkan Abimanyu, putranya untuk menikah dengan Uttara.

Keburukan Tokoh-Tokoh Wayang yang Sering Dianggap Kesatria Sejati